BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
Kabupaten Way Kanan



way kanan gelar upacara hari keselamatan dan kesehatan kerja nasional

Diposting oleh bappeda, Tgl 04 April 2013 & wkt 10:12:03 & dibaca Sebanyak 1039 Kali

Blambangan Umpu _ Pemkab Way Kanan menggelar upacara Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional tingkat Kabupaten Way Kanan yang dipusatkan diareal PTMardec Siger di Blambangan Umpu Senin (4/2).  Upacara sekaligus pernyataan sebagai awal dimulainya Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional Tahun 2013 yang juga diselenggarakan secara serentak di seluruh tanah air. Upacara dpimpin Bupati Way Kanan, diikuti pejabat SKPD, Forkopimda, Pimpinan BUMN, Swasta, Serikat Pekerja dan satuan pengamanan perusahaan.            

Dalam acara tersebut diserahkan pula Piagam kepada perusahaan yang mampu meraih predikat "zero accident" sebagai bentuk pengamalan prinsip-prinsip K-3. Upacara diakhiri dengan atraksi simulasi penanganan kecelakaan kerja dan tanggap darurat bagi pekerja.   Bupati Way Kanan H Bustami Zainudin, S.Pd selaku inspektur upacara dalam sambutannya membacakan amanat Menteri Tenaga Kerja RI Muhaimin Iskandar mengatakan bahwa peringatan hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada 12 Januari 2013 merupakan tahun keempat bangsa Indonesia berjuang, berperan aktif  dan bekerja secara kolektif dalam mendukung cita-cita besar kita, yaitu Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2015 sebagaimana telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: Kep.372/Men/XI/2009. Di penghujung tahun 2011, tepatnya tanggal 26 November 2011 yang lalu, kita semua tersentak atas runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang mengakibatkan korban jiwa lebih dari 20 orang dan harta benda. Salah satu penyebab kejadian ini adalah pelaksanaan K3 pada pekerjaan perawatan kurang memadai.

Kejadian ini harus kita jadikan pelajaran yang sangat berharga untuk mencegah terulangnya kejadian yang serupa. Oleh karena itu, Saya sebagai pemegang policy nasional K3, berdasarkan Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, menghimbau dan menyerukan kepada semua pihak harus lebih meningkatkan K3 di semua kegiatan mulai dari perencanaan, pembuatan/pemasangan, pengoperasian/pemakaian dan pemeliharaan terhadap seluruh peralatan produksi dalam upaya menjamin keselamatan dan kesehatan kerja bagi pekerja, maupun masyarakat sebagai konsumen barang atau jasa hasil produksi atau sebagai pengguna sarana dan fasilitas umum.

Berdasarkan laporan ILO, setiap hari terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban fatal ± 6.000 kasus, sementara di Indonesia setiap 100.000 tenaga kerja terdapat 20 orang fatal akibat kecelakaan kerja, maka tingkat keparahan kecelakaan kerja diseluruh dunia pada umumnya dan di Indonesia pada khususnya masih cukup tinggi. Kalkulasi ILO tentang kerugian akibat kecelakaan kerja di negara-negara berkembang mencapai 4% dari GNP. Ini adalah angka yang cukup besar yang memerlukan perhatian serius oleh pihak-pihak yang terkait dalam proses produksi. Untuk itu, Saya harapkan kepada para pengusaha dan tenaga kerja hendaknya lebih banyak mengambil inisiatif dalam meningkatkan kinerja K3 di tempat kerjanya masing-masing. Selain itu, Saya harapkan juga hendaknya K3 diintegrasikan pada setiap jenjang manajemen perusahaan melalui pendekatan prinsip-prinsip manajemen sehingga dapat mengurangi kecelakaan kerja, menekan tingkat keparahan dan yang selalu kita dambakan bersama yaitu pencapaian kecelakaan nihil.

Pada tanggal 16 Oktober 2012 saya telah meluncurkan program "Saya Pilih Selamat" sebagai ajakan meningkatkan kesadaran pentingnya keselamatan dan pentingnya berperilaku aman. Untuk itu kami mengajak seluruh stakeholder dan seluruh masyarakat bergerak dan bertindak menjadikan program "Saya Pilih Selamat" menjadi salah satu upaya dalam mewujudkan budaya K3. Icon tersebut hendaknya kita dengungkan setiap hari agar memotivasi kita dalam berperilaku selamat. Salah satu kegiatan tersebut adalah melalui penerapan SMK3 berdasarkan PP No. 50 Tahun 2012 tentang penerapan SMK3, yang pada hari ini Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I beserta jajarannya memberi contoh kepada masyarakat bahwa Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I telah bertekad menerapkan SMK3 yang diawali dengan penandatanganan komitmen dan kebijakan penerapan SMK3. Saya berharap, komitmen ini tidak hanya sebatas penandatangan saja, namun perlu diimplementasikan dalam bentuk kegiatan yang nyata dan peran aktif dari semua pihak.

Dalam kesempatan ini, saya turut bangga bahwa pada tahun 2013 Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan APOSHO (Asia Pacific Occupational Safety and Health Organization Conference) ke 28 bersamaan dengan penyelenggaraan acara tahunan K3 Expo, Seminar dan kegiatan pembinaan K3 nasional serta pertemuan pengawas K3 se-dunia. Rangkaian event-event nasional dan internasional tersebut merupakan momentum yang sangat baik bagi kita semua untuk secara nasional meningkatkan persamaan persepsi tentang risiko keselamatan dan meningkatkan reputasi Indonesia dalam hal penerapan kinerja K3 di mata dunia internasional. Mari kita manfaatkan kegiatan-kegiatan tersebut menjadi bagian dalam rangka mewujudkan Indonesia Berbudaya K3. Kami mengajak semua pihak berpartisipasi dalam sosialisasi K3 di media masa secara berkelanjutan melalui program "Saya Pilih Selamat" dengan berkoordinasi bersama Dewan K3 Nasional yang telah siap memfasilitasi berbagai kegiatan tersebut.

Kegiatan K3 yang dilakukan hendaknya dapat memenuhi tuntuntan negara-negara maju, khususnya negara-negara barat yang merupakan representasi masyarakat internasional terhadap persyaratan suatu produk barang atau jasa, antara lain harus memiliki mutu yang baik, aman dipergunakan, ramah lingkungan dan memenuhi standar internasional tertentu di antaranya ISO 9001 series, ISO 14000 series, OHSAS 18000 series dan SMK3. Kondisi tersebut harus kita jadikan sebagai tantangan sekaligus peluang dalam meraih keberhasilan perdagangan global. Di sisi lain persyaratan tersebut selalu dihubungkan dengan perlindungan bagi tenaga kerja, konsumen dan hak asasi manusia. Mengingat hal tersebut, maka diperlukan penerapan K3 yang lebih intensif dan akuntabel yaitu melalui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Dalam peringatan Hari K3 Nasional yang dilanjutkan dengan Bulan K3 Nasional tahun ini mengambil tema pokok "Budayakan K3 di Setiap Kegiatan Usaha Menuju Masyarakat Industri yang Selamat, Sehat dan Produktif", tema ini dianggap sangat tepat dan strategis untuk mendorong semua pihak berpartisipasi aktif membudayakan K3. Selanjutnya saya sampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah, sedang dan akan terus mengembangkan serta membudayakan K3 sebagai bagian dari konstribusi kita untuk membangun bangsa dan negara, sehingga dapat bersaing dengan bangsa dan negara maju.  




ywCBh


Halaman :

<-- Kembali