BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL
Kabupaten Way Kanan



diklat peningkatan mutu pelayanan bidan

Diposting oleh enews, Tgl 07 Desember 2011 & wkt 01:09:39 & dibaca Sebanyak 1003 Kali

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia merupakan yang tertinggi di ASEAN setelah Myanmar dan Kamboja. Setiap tahun sekitar 18.000 ibu meninggal karena komplikasi kehamilan dan persalinan. Untuk menekan tingginya AKI, perlu adanya peningkatan kualitas layanan kesehatan terhadap ibu hamil dan bersalin, termasuk kualitas bidan.

Untuk mengurangi masalah yang menimpa ibu, bayi, dan balita, maka pada hari Senin, 5 Desember 2011 Pemerintah Daerah Kabupaten Waykanan melakukan Diklat peningkatan Mutu Pelayanan Bidan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Way Kanan tahun 2011.

Penyelenggaraan Diklat ini di ikuti oleh 50 orang Peserta (bidan) dari seluruh puskesmas yang bertugas di seluruh kecamatan pada kabupaten Waykanan. Penyelenggaraan Diklat ini dikarenakan bidan adalah tenaga kesehatan yang sangat berperan dalam pelayanan kebidanan. Kurangnya keterampilan dan pengetahuan bidan akan dapat menyebabkan hal yang sangat fatal dalam menyelamatkan nyawa seorang ibu, karena bidan adalah tenaga kesehatan yang paling dekat pada masyarakat yang secara khusus memberikan pelayanan kebidanan kepada ibu, dan sebagai pengambilan keputusan terhadap seorang ibu yang telah mempercayakan dirinya berada dalam asuhan dan penanganan bidan.

Kurangnya keterampilan seorang bidan dapat disebabkan beberapa hal:

  1. Faktor usia bidan yang masih relatif muda sehingga terkadang ragu dalam mengambil keputusan dan kurang meyakinkan masyarakat.
  2. Kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat yang relatif rentan serta keterbatasan dalam kemampuan penyesuaian diri dengan kondisi sosial budaya setempat.
  3. Kebutuhan bidan yang masih banyak untuk seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Way Kanan ini, dalam rangka penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak dan mengantisipasi pertolongan persalinan oleh dukun yang masih tinggi.
  4. Orientasi pendidikan kebidanan sebagai pencetak bidan masih belum mengarah pada paradigma baru yang mengarah pada peningkatan kualitas.
  5. Bidan senior yang memang telah berpengalaman dilapangan dalam menolong persalinan kurang mempunyai minat untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan pengetahuan perkembangan ilmu yang ada saat ini, sehingga cendrung masih lazim menggunakan praktik yang tidak lagi didukung secara ilmiah.
  6. Terbatasnya fasilitas pengembangan keterampilan bidan itu sendiri karena biaya dan waktu juga masih terbatas.
  7. Bidan sering lupa tentang prinsip pokok asuhan kebidanan dan konsep kebidanan itu sendiri.

Dalam sambutan Bupati Waykanan, Hi.Bustami Zainudin,S.Pd mengharapkan Diklat ini akan membawa manfaat bagi peserta dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pelayanan, yang pada akhirnya nanti dapat memiliki kompetensi dalam menjalankan tugasnya sebagai bidan di Puskesmas, serta memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai penyedia pelayanan kesehatan khususnya dibidang kebidanan serta dapat melakukan pelaporan Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan Anak (PWS KIA).




3SbdK


Halaman :

<-- Kembali