DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
Kabupaten Way Kanan



26 kelompok ikuti pembinaan dan pengelolaan administrasi upja

Diposting oleh , Tgl 12-04-2018 & wkt 03:59:24 & dibaca Sebanyak 111 Kali

Bertempat di aula Dinas Tenaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Kabupaten Way Kanan, Bupati H.Raden Adipati Surya,SH.,M.M membuka kegiatan Pembinaan Administrasi Kelompok UPJA Se-Kabupaten ini, Kamis (12/04/2018).

Didampingi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan, Ir.Maulana M.MAP, Bupati Raden Adipati Surya menginginkan pengelolaan UPJA dilakukan dengan sungguh-sungguh agar dapat menjadi UPJA yang produktif dan memiliki daya saing.

“Jika telah dikelola dengan sungguh-sungguh maka kebutuhan apa saja yang diperlukan pasti akan ditindaklanjuti dengan segera, namun saya tidak ingin apabila UPJA dikelola dengan dasar kepentingan politik”, Tegas Bupati Muda itu.

  

Bupati kelahiran Bumi Ratu itu juga meminta kepada Kepala Dinas TPHP beserta jajaran pengelola UPJA agar yang dipekerjakan dalam UPJA adalah masyarakat yang masuk dalam garis kemiskinan dan pengangguran.

“Jika yang dipekerjakan adalah masyarakat yang masuk dalam kategori garis kemiskinan dan pengangguran, dengan pelatihan yang diberikan maka masyarakat tersebut akan mampu bekerja dengan baik serta mendapatkan penghasilan yang pasti. Sehingga, dapat juga membantu mengurangi angka kemiskinan dan tingkat pengangguran masyarakat di Kabupaten Way Kanan guna mewujudkan Kabupaten Way Kanan Maju dan Berdaya Saing 2021”, tegas Bupati yang akrab disapa Adipati.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas TPHP, Ir.Maulana mengatakan bahwa kegiatan pembinaan pengelolaan administrasi UPJA diikuti oleh kepala UPT penyuluhan, PPL pendamping serta ketua dan sekretaris dari 26 kelompok UPJA se-Kabupaten Way Kanan. 

“Tujuan dari pembinaan UPJA ini yaitu terwujudnya peningkatan kemampuan pengelola UPJA tidak saja secara teknis tetapi secara administrasi diharapkan akan mampu mengembangkan UPJA yang dikelolanya dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan da kesejahteraan petani”, Ujar Maulana.

Meningkatkan pengetahuan, lanjut Maulana, dan pemahaman bagi pengurus UPJA yang telah terbentuk untuk mewujudkan sumber daya manusia UPJA yang profesional.

  

“Terwujudnya kelompok UPJA yang telah terbentuk dapat berkembang dan dapat menciptakan inovasi alsintan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan kelompok dan menciptakan lapangan pekerjaan”,lanjut Maulana.

Maulana juga berharap dengan terbentuknya UPJA dapat memanfaatkan alat dan mesin petani secara optimal dengan inovasi dibentuknya unit bengkel keliling.

“Unit bengkel keliling diharapkan dapat bermanfaat dan membantu dalam melaksanakan pemeliharaan, perawatan dan perbaikan alat mesin pertanian dan kedepan tidak ada lagi hambatan bagi kelompok tani apabila ada kerusakan alsintan”, Ujar Maulana.

“Dan kelompok UPJA yang telah terbentuk dapat memberikan keuntungan secara ekonomis, berorientasi bisnis dan kelembagaan UPJA dapat berubah dari klasifikasi pemula menjadi UPJA dengan klasifikasi profesional”, tutup Maulana.

  

 




MYmzV


Halaman :

<-- Kembali