DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
Kabupaten Way Kanan



bupati raden adipati surya : pemerintah akan perhatikan kesejahteraan pthls perawat

Diposting oleh , Tgl 2018-01-11 & wkt 11:13 & dibaca Sebanyak 236 Kali

Perawat merupakan aset yang sangat berharga untuk menunjang pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat, sehingga harus kita sadari bersama bahwa kesejahteraan perawat Way Kanan juga harus menjadi perhatian penting bagi Pemerintah Daerah terutama yang masih berstatus sebagai Tenaga Honorer ataupun tenaga sukarela yang ada di RSUD Zainal Abidin Pagar Alam maupun disetiap Puskesmas yang ada di Kabupaten Way Kanan.

Hal tersebut disampaikan Bupati H.Raden Adipati Surya,S.H.,M.M dalam pidatonya usai memberikan insentif kepada Tenaga Perawat Sukarela di Aula Dinas PMK Pemda setempat, Kamis (11/01/2018).

Kedepan Pemerintah Daerah akan membuat regulasi dan kebijakan yang mendukung kesejahteraan perawat honor atau Tenaga Perawat Sukarela melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait dan mencoba menghitung kebutuhan penunjang atau insentif Tenaga Perawat Sukarela dan Honor Perawat.

 “Dinas Kesehatan selaku Pembina dan Fasilitator Pemerintah Bidang Kesehatan, saya minta untuk membuat draf Analisis Kebutuhan Perawat dan Analisis Beban Kerja Perawat Honor dan Tenaga Perawat Sukarela yang ada di Puskesmas dan RSUD Zainal Abidin Pagar Alam guna menyusun perencanaan kesejahteraan perawat honor dan Tenaga Perawat Sukarela, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan berkoordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Way Kanan”, ujar Bupati.

Untuk pengangkatan Perawat menjadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) Daerah, maka perlu dimusyawarahkan dan disusun drafnya melalui Instansi terkait dan apabila memungkinkan bisa mengangkat Perawat honor dan Tenaga Perawat Sukarela  yang ada untuk diangkat menjadi PTT daerah seperti Tenaga Kesehatan lainnya.

“Pengangkatan PNS atau ASN saat ini merupakan kebijakan Pemerintah Pusat sehingga Pemerintah Daerah hanya dapat menunggu informasi dan formasi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat, tentunya kita  harus bersabar dan menunggu serta tetap dalam pengabdian, kepada Saudari-saudari yang telah dengan sepenuh hati mengabdi selama bertahun-tahun dengan kinerja dan prestasi yang baik tentu akan menjadi prioritas utama dalam pengangkatan PNS atau ASN, dan akan saya pastikan tidak ada pungutan liar didalamnya”, lanjut Bupati.

Bupati kelahiran Bumi Ratu itu juga berpesan kepada para Perawat untuk melayani masyarakat, jangan berkecil hati, selangkah demi selangkah Pemerintah Kabupaten Way Kanan akan terus bergerak membangun dan memperhatikan kesejahteraan Pegawainya termasuk Perawat Honor dan Tenaga Kerja Sukarela yang ada di Kabupaten Way Kanan.

“Saya yakin peran saudari-saudari dalam memberikan Pelayanan Kesehatan menjadi sangat penting untuk mendukung Tugas dan Fungsi serta Kinerja bidang Kesehatan, hal ini dapat kita lihat ketika Masyarakat mengunjungi Fasilitas Kesehatan, masyarakat tidak melihat apakah Saudari PNS, TKS, Honor atau PTT, akan tetapi mereka melihat secara utuh bahwa petugas Kesehatan yang ada adalah Pelayan Bidang Kesehatan. Dengan demikian, profesi perawat harus selalu berusaha meningkatkan kualitas SDM mencakup pengetahuan, sikap, keterampilan, kemampuan hubungan antar manusia dan aspek-aspek lain yang dapat mendukung mutu kinerja yang pada akhirnya berdampak pada tingkat kesejahteraan perawat itu sendiri, dan peningkatan pelayanan kesehatan pada masyarakat”, ujar Bupati.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan, dr.Hj.Farida Ariyani,M.M, M.Kes,  mengatakan bahwa Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Way Kanan beranggotakan sekitar 500 orang, yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil sebanyak 273 orang, honorer dan Tenaga Kerja Sukarela sebanyak 171 orang, yang tersebar di 19 Puskesmas , Puskesmas Pembantu, Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan Way Kanan, serta ada kisaran 55 orang bekerja di pihak swasta.

“Para perawat honorer dan Tenaga Kerja Sukarela yang tidak terpisahkan dari organisasi Persatuan Perawat Nasional Indonesia telah membentuk Forum yang diberi nama Forum Honorer Tenaga Kerja Sukarela, Forum tersebut merupakan forum komunikasi honorer dan tenaga kerja sukarela perawat”, ujar dr.Farida

Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan itu juga menyampaikan bahwa honorer dan tenaga kerja sukarela perawat yang ada di Kabupaten Way Kanan sangat membantu pencapaian tugas dan kinerja bidang kesehatan.

“Mereka tanpa pamrih dan dengan penghasilan yang minim sanggup bertahan membantu dan bekerja di fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan baik Puskesmas maupun Rumah Sakit di Way Kanan”, lanjut Farida Aryani

Ibu Satu anak itu juga menyampaikan bahwa atas dedikasi dan pengabdian para perawat honorer dan tenaga kerja sukarela mendapatkan apresiasi dari Gubernur Lampung M.Ridho Ficardo, sehingga pada akhir tahun 2017 kemarin melalui Aanggaran Dinas Kesehatan Provinsi Lampung memberikan insentif selama tiga bulan terhitung dari bulan Oktober sampai Desember 2017 seluruh perawat tenaga kerja sukarela dan honorer Way Kanan mendapatkan insentif sebesar Rp300.000,-/bulan.

Farida Aryani mengharapkan  agar kedepan Pemerintah Daerah Kabupaten Way Kanan dapat memberikan kebijaksanaan dalam mengupayakan insentif bagi tenaga kerja sukarela perawat yang telah nyata membaktikan diri mengabdi fasilitas pelayanan kesehatan.

“kami juga berharap adanya pengangkatan bagi Pegawai Tidak Tetap Daerah untuk perawat, dan yang terpenting yaitu Pemerintah Daerah dapat memprioritaskan perawat tenaga kerja sukarela dan honor yang telah bertahun-tahun mengabdi untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil saat ada Formasi pengangkatan PNS”, tutupnya, pada acara yang dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs.Abu Kori dan DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Way Kanan itu




YN8gs


Halaman :

<-- Kembali