DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
Kabupaten Way Kanan



gedung batin bamboo rafting 2017

Diposting oleh Dinas kominfo, Tgl 2017-10-06 & wkt 15:21 & dibaca Sebanyak 228 Kali

Gedung Batin Bamboo Rafting 2017

Way Kanan

Terletak di ujung Provinsi Lampung yang berbatasan langsung dengan Kabupaten OKU Timur Propinsi Sumatera Selatan. Nama Kabupaten Way Kanan diambil dari nama sungai Way Kanan, yang berasal dari gabungan lima sungai besar yakni : Way Umpu, Way Besay, Way Giham, Way Tahmi dan Way Pisang yang bergabung di hilir menjadi sungai Way Kanan.

“Way” dalam bahasa Lampung berarti “sungai”. Sebagaimana sejarah pertumbuhan peradaban dan kebudayaan rumpun Melayu Sumatera, maka peradaban komunitas hunian tepi sungai Way Kanan ini melahirkan rumpun etnik atau Suku Way Kanan, berbahasa Lampung Way Kanan dengan dialek spesifik berakhiran “a”, dan melahirkan aksara Lampung “Ka-Ga-Nga”.

Kabupaten Way Kanan dapat dicapai melalui jalan lintas tengah Trans Sumatera, jalur kereta api Rail Way Sumatera dan landasan udara Gatot Subroto.  Kabupaten Way Kanan juga berada pada posisi strategis, tepat ditengah antara ibukota propinsi Lampung dan ibukota propinsi Sumatera Selatan. Kaya budaya, alam yang memiliki potensi wisata petualangan, masyarakat heterogen dari berbagai etnik dalam suasana damai dan kondusif, jauh dari isu SARA memberinya peluang paling menarik bagi wisatawan nusantara dan mancanegara.

Way Besay

Way Besay dan Way Umpu bersatu di hilir membentuk sungai Way Kanan. Way Besay yang mengelilingi kampung Gedung Batin merupakan habitat monster ikan air tawar langka yakni ikan Wallago lerii sp, golongan cat fish, penduduk lokal menyebutnya ikan Tapah. Masyarakat setempat mendapatkan rekor ikan terbesar pada tahun 2006 dengan berat 160 kg.  Memancing ikan Tapah masuk dalam kategori perburuan dikenal dengan sebutan  Fishing Extreme bagi pemancing dunia.

Di hulu,  Way Besay memiliki arus yang cukup deras dengan didasari oleh batuan ukuran sedang dan besar, sehingga tergolong jeram grade 1. Karenanya sungai ini ramai digunakan sebagai arena Arung Jeram,  River Tubing dan Bamboo Rafting.

Gedung Batin

Kampung wisata “lestari” gedung batin menawarkan wisata ekologi dan budaya perkampungan tradisional Lampung Way Kanan. Merupakan satu diantara kampung tua di kabupaten Way Kanan, di sini masih bisa kita lihat peninggalan budaya nenek moyang dari arsitektur khas Lampung Tempo Doeloe sampai perabotan-antik sebagai penghias ruangan.

Kampung wisata “lestari” Gedung Batin diresmikan oleh Sekretaris Jendral Departemen Budaya dan Pariwisata Dr.H. Sapta Nirwandar, SE.  pada tahun 2007 sebagai kampung wisata budaya dan ekologi, ditandai dengan rumah adat yang dibangun tahun 1741 masih berdiri kokoh. Kampung wisata Gedung Batin, sejarah dan budaya peradaban Lampung terpelihara, menjadi laboratorium penelitian Arsitektur Tradisional fakultas Teknik jurusan Arsitektur Universitas Sriwijaya (UNSRI).

Dalam perkembangan peradaban masyarakat hunian tepi sungai, sebelum tersedia transportasi darat lintas tengah Trans Sumatera, sebelum tersedia jalur jalur kereta api Rail Way Sumatera. Transportas hanya melalui sungai, dermaga terakhir di Way Besay adalah Gedung Batin, karenanya Gedung Batin pada masa itu tumbuh sebagai bandar perdagangan besar yang menyatukan berbagai bangsa di dunia.

Terdapat makam pedagang konveksi berasal dari Turki, tentu saja sambil menyebarkan agama Islam yang pada saat itu berpusat di kekalifahan Turki Ottoman, ditandai dengan makam Siti Fatimah yang ber angka tahun 1305 M dan nisan berornament budaya Timur Tengah kuno dari gerabah yang pada bagian dalamnya berongga.

Bamboo Rafting

Sebagaimana syarat pengembangan pariwisata yang dicanangkan Menteri Pariwisata yakni 3A, Atraksi, Aksesbilitas, dan Amenitas.

 Atraksi.Kampung wisata Gedung Batin memiliki aktivitas harian antara lain: Penelitian mahasiswa, Pendidikan Luar Sekolah, Foto Modelling,  dan Pre Wedding, serta atraksi wisata Tubing dan Bamboo Rafting. Secara Keseluruhan jumlah pengunjung, sejak Mei 2016 s/d Mei 2017 sebanyak 6.632 orang.

Aksesibilitas

Kampung wisata Gedung Batin hanya berjarak 7,2 Km dari jalan lintas tengah Trans Sumatera, jalan hotmix yg mulus. Jarak pendek dan dekat yang tiba-tiba menghantar kita ke tempat terpencil, asri tradisional ditengah hutan dan kebun buah tropis, duku durian, manggis, kepayang, binjai. Ke perkebunan rakyat lada, kopi dan karet di tepi sungai yang alami. Kampung wisata Gedung Batin sebagai core destinasi wisata Way Kanan terhubung dalam satu line aksesibiltas dengan objek-objek wisata lainnya di Way Kanan sebagai koridor.

 Amenitas.

Kampung wisata Gedung Batin telah memiliki gedung Pusat Informasi Pariwisata, jalan setapak pedestrian, kamar mandi dan ruang ganti, mushola, beberapa gazebo, kios pedagang, taman bermain anak dan area parkir. Beberapa kekurangan yang belum tersedia antara lain gerbang masuk, menara pandang, dermaga Tubing dan Rafting, theater terbuka dan pergudangan peralatan serta pemeliharaan.

Dari kampung wisata Gedung Batin ke hulu, Way Besay memiliki arus yang cukup deras dengan didasari oleh batuan ukuran sedang dan besar, sehingga tergolong jeram grade 1. Karenanya perahu tidak dapat bergerak kehulu, menjadikan Gedung Batin tempo doeloe sebagai bandar perdagangan besar dan terakhir di sungai Way Besay. Hasil bumi kopi, karet dan lada dari hulu sungai dibawa dengan rakit bambu yang murah menuju bandar Gedung Batin, rakit pun kemudian ditinggalkan atau dijual, tidak dapat dibawa kembali kehulu di sungai yang deras. Sampai saat ini, transportasi utama di sungai Way Besay tetaplah rakit bambu bukan perahu,  Karenanya sungai ini ramai digunakan sebagai arena Arung Jeram,  River Tubing dan Bamboo Rafting.

Gedung Batin Bamboo Rafting 2017 yang diselenggarakan pemerintah daerah kabupaten Way Kanan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI ini diikuti oleh penggiat pariwisata nasional, komunitas wisata antara lain GenPI, MTMA, Pelancong, komunitas sepeda Lampung, komunitas Trail Adventure dan wisatawan mancanegara dari 12 negara.

Secara keseluruhan kampung wisata Gedung Batin diharapkan tumbuh pesat menjadi destinasi unggulan Lampung sebagai bagian dari industri pariwisata nasional yang menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara, meningkatkan devisa dan memberi multiplier efek ke berbagai sektor lainnya.

Adalah event yang dilangsungkan untuk kedua kalinya yakni tanggal 7-9 Oktober 2017. Menyusuri sungai Way Besay jarak tempuh 4,2 Km dari jembatan gantung dusun Tiga Serangkai menuju kampung wisata Gedung Batin. Peserta utamanya adalah komunitas-komunitas penggerak pariwisata Nusantara, Bloger-vloger dan wisatawan mancanegara. Even ini akan diramaikan oleh komunitas sepeda Lampung melalui Fun Bike XC, komunitas Trail Lampung melalui Trail Track Adventure, aksi menanam dan kuliner khas Way Kanan pijok-pijok. Juga tersedia cinderamata berupa gelang batu mulia khas Way Kanan, kriya kayu ornament Lampung Way Kanan dan pertunjukan musik tradisional Gamolan.

Gedung Batin merupakan destinasi wisata Nature, Culture and Adventure sekaligus yang memiliki daya saing tinggi terhadap destinasi wisata nusantara. Memenuhi syarat program nasional pengembangan destinasi wisata 3A yang dicanangkan Bapak Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Aksesibilitas Gedung Batin hanya 7,2 Km dari jalan lintas tengah Trans Sumatera, dapat dicapai dengan kereta api hanya 30 menit dari stasiun Blambangan Umpu dan 40 menit dari bandara Gatot Soebroto di kecamatan Way Tuba atau 3 jam dari bandara Radin Inten II (Branti) Lampung.

Atraksi wisata di Gedung Batin kental bermuatan kearifan lokal  dan petualangan yakni Bamboo Rafting, tubing di sungai Way Besay sekaligus edukasi sejarah dan budaya serta edukasi lingkungan yang mampu menarik minat semua kalangan baik wisatawan lokal, regional, nusantara maupun mancanegara.

Amenitas pariwisata tersedia di Gedung Batin saat ini selain akses jalan yg mulus, tersedia listrik dan instalasi air juga ditandai dengan adanya gedung Pusat Informasi Pariwisata, mushola, kamar mandi dan ruang ganti, beberapa gazebo, kios pedagang lokal, taman bermain anak dan pedesterian. Kedepannya melalui anggaran daerah maupun pusat seyogyanya dibangun gerbang, menara pandang, dermaga tubing dan bamboo rafting, teater terbuka dan fasilitas infrastruktur lainnya.

Gedung Batin Bamboo Rafting 2017 yang diselenggarakan pemerintah daerah kabupaten Way Kanan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI ini diikuti oleh penggiat pariwisata nasional, komunitas wisata antara lain GenPI, MTMA, Pelancong, komunitas sepeda Lampung, komunitas Trail Adventure dan wisatawan mancanegara dari 12 negara.

Secara keseluruhan kampung wisata Gedung Batin diharapkan tumbuh pesat menjadi destinasi unggulan Lampung sebagai bagian dari industri pariwisata nasional yang menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara, meningkatkan devisa dan memberi multiplier efek ke berbagai sektor lainnya.

 




1qdH9


Halaman : 1 Next->

<-- Kembali