Waspada Cacar Monyet

Diposting Oleh : Admin Kabupaten | Tanggal Posting :17 Mei 2019 | Sudah Dilihat : 288 Kali Dilihat

Monkeypox atau cacar monyet merupakan penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang tertular virus.

Penularan pada manusia terjadi karena kontak dengan monyet, tikus Gambia dan tupai, atau mengonsumsi daging binatang yang sudah terkontaminasi. Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus). Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang terjadi.

Gejala cacar monyet biasanya timbul 6-16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5-21 hari. Gejala yang timbul berupa demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot, dan badan terasa lemas.

Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan berupaya melakukan pencegahan penularan penyakit cacar monyet tersebut dengan menyebarkan informasi dan mengajak masyarakat untuk menerapkan pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Berbagai cara pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Hindari kontak langsung dengan hewan yang berpotensi menyebarkan virus, seperti tikus atau primata.
  2. Isolasi segera pasien yang mempunyai resiko tinggi terhadap penyakit ini.
  3. Laporkan segera kepada petugas kesehatan setempat jika menemukan hewan dengan gejala seperti mata berair dan terdapat luka di area kulit.
  4. Hindari kontak dengan materi yang terpapar hewan yang sudah terjangkit cacar monyet.
  5. Rutin cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir setiap akan makan dan setelah kontak dengan hewan ataupun orang yang sakit.
  6. Lakukan vaksinasi, walaupun sampai saat ini belum ada vaksin spesifik untuk mencegah cacar monyet, tetapi vaksin cacar variola bisa digunakan. Menurut penelitian, vaksin cacar variola dapat memberikan proteksi terhadap infeksi cacar monyet kurang lebih sebesar 85 persen.
  7. Memakai masker jika berada di area endemis penyakit cacar monyet karena penularan dapat terjadi saat penderitanya batuk dan bersin. Virus juga terdapat dalam droplet (partikel kecil) yang berasal dari lendir pernapasan penderita.
  8. Jangan mengonsumsi bushmeat (wildmeat atau game meat), yaitu daging buruan dari hewan liar seperti simpanse, gorila, antelop, hewan reptil, hingga burung dari hutan tropis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan, Anang Risgiyanto, S.KM, M.Kes, menegaskan bahwa cara pencegahan penyakit cacar monyet pada intinya adalah harus berperilaku hidup bersih dan sehat, seperti membiasakan mencuci tangan dengan sabun, hindari kontak fisik dengan tikus atau primata, dan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala-gejala cacar monyet.

(17/05/2019).

Komentar