Wakil Bupati Edward Antony Minta SKPD Terkait Fokus Pada Program Penanggulangan Kemiskinan

Diposting Oleh : Admin Kabupaten | Tanggal Posting :18 Desember 2018 | Sudah Dilihat : 152 Kali Dilihat

Bertempat di Aula Bappeda Pemerintah Daerah Kabupaten Way Kanan, Wakil Bupati DR. H. Edward Antony, M.M didampingi Sekretaris Bappeda Harmadi memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2018 dan Rencana Kerja Tahun 2019, Selasa (18/12/2018).

Menyampaikan arahannya, Wakil Bupati Edward Antony mengatakan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Way Kanan harus terus dituntaskan baik dari sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, peternakan dan perkebunan agar target penuntasan kemiskinan dapat tercapai sesuai target yang diharapkan.

Dari data yang ada, tingkat kemiskinan di Kabupaten Way Kanan secara umum juga terus menurun. Pada tahun 2015 tingkat kemiskinan mencapai 14,61% menurun menjadi 14,58% pada tahun 2016 dan kembali mengalami penurunan pada tahun 2017 menjadi 14,06%. Sementara untuk indeks kedalaman kemiskinan di Kabupaten Way Kanan pada tahun 2015 sebesar 0,49 meningkat menjadi 0,7 di tahun 2016 serta pada tahun 2017 kembali mengalami kenaikan menjadi 0,47.

“Dari data tersebut, sudah dijelaskan bahwa tingkat kemiskinan di Kabupaten Way Kanan telah mengalami penurunan ditiap tahunnya, dan diharapkan SKPD terkait dapat terus bersinergi dan konsisten dalam membantu Pemerintah Daerah menuntaskan target angkat kemiskinan di Way Kanan”, ujar Wakil Bupati Edward Antony.

Selanjutnya, pada rapat tersebut Wakil Bupati Strata Tiga Universitas Padjajaran Bandung itu juga mengatakan berdasarkan Surat Edaran Bupati H. Raden Adipati Surya, S.H.,M.M  untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait agar dalam menetapkan sasaran bantuan program Penanggulangan Kemiskinan berdasarkan Basis Data Terpadu dilengkapi dengan Nomor Induk Kependudukan.

“Menyampaikan laporan bantuan program Penanggulangan Kemiskinan berupa data individu, kepala keluarga, kelompok maupun kampung secara lengkap disertai identitas  kepada Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) melalui secretariat TKPK serta data tersebut sebagai monitoring dan evaluasi efektifitas intervensi program penanggulangan kemiskinan”, lanjut Wakil Bupati Edward Antony yang juga merupakan Ketua TKPK.

Diketahui, dari data yang diterima Dinas Komunikasi dan Informatika bahwa secara umum, Persentasi penduduk miskin terhadap jumlah seluruh penduduk Kabupaten Way Kanan menunjukkan tren menurun selama periode 2013-2017. Namun perlu percepatan dalam penurunan penanggulangan kemiskinan terlihat turun 0,52 persen Tahun 2017 dibanding Tahun 2016 sebesar 14,58 persen. Sedangkan jumlah penduduk miskin berkurang dari 65,18 ribu Jiwa atau 15,36 persen pada tahun 2013 menjadi 62 ribu Jiwa atau 14,06 persen pada Tahun 2017.

Garis Kemiskinan mengalami peningkatan setiap tahun, Tahun 2013 GK sebesar Rp. 276.091,-  perkapita perbulan meningkat menjadi Rp. 323.691,- perkapita perbulan di Tahun 2017. Meskipun GK meningkat, jumlah penduduk miskin pada periode yang sama justru berkurang. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat pendapatan sebagian penduduk miskin khususnya mereka yang berada di sekitar garis kemiskinan mampu mengimbangi kenaikan harga barang.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (Poverty Gap Index-P1), merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rata-rata pengeluaran penduduk dari garis kemiskinan, dilihat dari tahun 2013-2016 indeks kedalaman kemiskinan Kabupaten Way Kanan semakin tinggi, namun tahun 2017 mengalami penurunan 0,23% yaitu dari 0,7 turun menjadi 0,47. Indeks Keparahan (P2) memberikan informasi mengenai gambaran penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Way kanan mengalami penurunan dimana pada tahun 2016 sebesar 2,69 peresen turun menjadi 2,05.

Persentase penduduk miskin Kabupaten Way Kanan berada pada urutan ke 9 (sembilan) dari 14 Kabupaten/Kota dibawah Kabupaten Tanggamus dengan persentase penduduk miskin pada Tahun 2017 sebesar 14,06 persen dan masih dibawah Parovinsi Lampung dan Nasional.

Menjadi Perhatian bersama, meskipun Kabupaten Way Kanan menunjukkan tren menurun selama periode 2013-2017. Namun perlu percepatan dalam penurunan penanggulangan kemiskinan terlihat hanya turun 0,52 persen Tahun 2017 14,06 persen dibanding Tahun 2016 sebesar 14,58 persen (masih dibawah target yang direncanakan dalam RPJMD).

 

 

Komentar