Talk Show Radio ASN, Adipati Beberkan Capaian Pembangunan di Way Kanan

Diposting Oleh : Admin Kabupaten | Tanggal Posting :24 April 2019 | Sudah Dilihat : 165 Kali Dilihat

Bupati H. Raden Adipati Surya, S.H.,M.M didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Rudi Joko Kurnianto, S.H menghadiri sekaligus menjadi narasumber pada Acara Talk Show Radio ASN 107,9 FM Provinsi Lampung di PKOR Way Halim Bandar Lampung, Selasa (23/04/2019) malam.

Saat ditanya mengenai sajian utama yang menjadi pembeda tampilan Anjungan Kabupaten Way Kanan dalam pagelaran Pekan Raya / Lampung Fair 2019, Bupati Adipati menjelaskan bahwa yang menjadi pembeda tampilan Anjungan Kabupaten Way Kanan dalam pagelaran Lampung Fair 2019 yaitu menampilkan beberapa produk unggulan dari UMKM terutama kopi khas Putri Malu, produk Mocaf (Tepung Singkong) pengganti terigu dan olahannya, Objek Wisata dan promosi Bandar Udara Gatot Soebroto serta informasi progress capaian pembangunan Way Kanan.

“Melalui Lampung Fair 2019 ini, kami bermaksud memberikan informasi tentang potensi yang ada di Kabupaten Way Kanan kepada seluruh pengunjung pameran, terutama pelaku usaha, dengan harapan mereka berminat berkunjung dan berinvestasi di Kabupaten Way Kanan”, ujar Bupati Adipati.

Selanjutnya, Bupati Adipati juga menjelaskan perjuangan pemanfaatan Bandara Gatot Soebroto yang cukup panjang, berawal dari kesepakatan bersama Para Gubernur se-Sumbagsel tanggal 15 Mei 2006, rapat intensif baik dengan TNI AD dan Kementerian Perhubungan RI tanggal 23 Oktober 2018, kunjungan kerja Kepala Staf TNI AD ke Lanudad Gatot Soebroto, kunjungan kerja Kementerian Perhubungan RI ke Lanudad Gatot Soebroto, selanjutnya Penandatanganan MoU bersama Menteri Perhubungan, Kepala Staf TNI AD, Gubernur Lampung dan Bupati Way Kanan pada 28 Maret 2019 hingga diresmikannya Lanudad Gatot Soebroto menjadi Bandara Komersil dengan penerbangan perdana pesawat Citilink pada tanggal 6 April 2019 lalu.

“Dari segi potensi ekonomi terkait dengan dibukanya Bandara Gatsu ini adalah selain letaknya yang sangat strategis mencakup beberapa kabupaten di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, berada dijalur Lintas Tengah Sumatera dan berdekatan dengan Stasiun Kereta Api Way Tuba, Bandara ini akan membuka aksesibilitas masyarakat dan meningkatkan arus barang di Wilayah Way Kanan dan kabupaten sekitar”, lanjutnya.

Selain itu Kabupaten Way Kanan juga memiliki potensi pertanian dan potensi wisata baik wisata alam maupun wisata agro untuk dikembangkan, lanjutnya yang juga berharap dengan adanya Bandara ini kunjungan wisata akan meningkat dan berbagai produk agro dapat berkembang dengan baik.

Sementara itu, saat ditanya mengenaik apa saja program pembangunan yang telah dilaksanakan selama kepemimpinannya bersama Wakil Bupati DR. Drs. H. Edward Antony, M.M, Bupati Adipati mengatakan  bahwa telah banyak pembangunan yang dilakukan diantaranya dibidang pemerintahan telah memperbaiki kinerja pemerintah degan mengembangkan system dan prosedur pelayanan masyarakat, penataan SDM dan menerapkan e-gov menuju smart City.

“Dibidang insfrastruktur telah membangun jalan-jalan poros strategis, pembangunan rumah sakit baru, sarana dan prasarana wilayah lainnya bahkan telah terealisasi pemanfaatan Bandara Gatsu di Way Kanan, dan dibidang SDM telah melakukan pembinaan sekolah negeri dan swasta, meningkatkan pelayanan kesehatan dan pelayanan social dimana kita juga telah memberikan bantuan BOSDA, JKN, PKH, Bedah Rumah dan lainnya yang diharapkan tidak ada seorang wargapun yang tidak tersentuh pembangunan”, sambungnya pada acara yang juga dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakat dan Sumber Daya Manusia Drs Rusdi, M.M, Kepala dan unsur Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, dan Bagian Humas dan Protokol.

Sedangkan bidang ekonomi, lanjut Bupati Adipati, dilakukan pembinaan kelompok tani peternakan, perikanan dan UPJA serta revitalisasi pasar tradisional sentra industry dan UMKM. Dan untuk mewujudkan kemananan dan ketertiban dan lingkungan yang kondusif dilakukan program sinergitas pelaksanaan pengamanan, penanggulangan bencana, konservasi lingkungan serta integrasi social melalui pendekatan preventif, persuasive dan dialogis.

“Untuk tantangan terberat dalam melaksanakan program pembangunan di Way Kanan yaitu bagaimana memenuhi kebutuhan pembangunan bagi masyarakat di 14 kecamatan, sementara keterbatasan Anggaran memerlukan langkah-langkah prioritas dan tidak dapat menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat dalam waktu yang lama, dan untuk membangun kepercayaan masyarakat ditantang untuk terus dapat melakukan komunikasi secara intens secara langsung maupun melalui media sosial”, tuturnya yang juga mengatakan bahwa tantangan lain yaitu meningkatkan daya saing SDM Kabupaten Way Kanan dalam menghadapi era digitasl dan revolusi industry 4.0 serta mengedukasi masyarakat melalui penerapan aplikasi digital dalam pelayanan umum Pemerintah dan meningkatkan muatan IT di Sekolah.

 

Penulis : Fitria Wulandari

Editor : Edwar Apriadi

Photo : Humas Pemda

Komentar